Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Minahasa Selatan

Usia Muda, Jeremi Mongkaren Buktikan Wirausaha dan Pendidikan Bisa Sejalan

×

Usia Muda, Jeremi Mongkaren Buktikan Wirausaha dan Pendidikan Bisa Sejalan

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, KUMELEMBUAI – Sukses di usia muda bukan sekadar impian bagi Jeremi Mongkaren.

Mahasiswa semester 6 Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini telah membuktikan bahwa keberanian, kerja keras, dan kreativitas dapat membuka jalan menuju keberhasilan.

Di tengah kesibukannya menyelesaikan studi, Jeremi juga sukses menjalankan bisnis penyulingan minyak nilam di Desa Kumelembuai Satu, Kecamatan Kumelembuai, Minahasa Selatan (Minsel).

Terlahir sebagai putra dari anggota DPRD Minahasa Selatan, Meyfy Mercy Karuh, Jeremi tidak ingin hanya mengandalkan nama besar orang tuanya.

Ia memilih untuk membangun jalannya sendiri dengan mendirikan bisnis penyulingan minyak nilam.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak muda bisa mandiri dan berkontribusi untuk ekonomi lokal,” ujarnya, Sabtu (15/4).

Menurutnya, kunci dari bisnis ini adalah kualitas. “Saya berusaha memastikan bahwa minyak nilam yang kami hasilkan memiliki standar terbaik agar bisa bersaing di pasaran,” jelasnya.

Dengan komitmen tinggi, Jeremi memastikan bahwa seluruh proses penyulingan dilakukan secara optimal agar minyak nilam yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi.

Meskipun sibuk dengan bisnisnya, Jeremi tidak mengesampingkan pendidikannya. Baginya, ilmu hukum yang ia pelajari di bangku kuliah sangat berguna dalam mengelola bisnis, terutama dalam aspek hukum bisnis dan perizinan usaha.

“Kita tidak harus memilih antara kuliah atau usaha. Jika dikelola dengan baik, keduanya bisa sukses bersama,” katanya dengan penuh keyakinan.

Perjuangannya dalam membangun bisnis sekaligus mempertahankan prestasi akademik menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di Minahasa Selatan.

Bisnis penyulingan minyak nilam yang dikelola Jeremi memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya kompetitif di pasaran:
-Menggunakan peralatan full stainless steel (2 unit)
-Berlokasi strategis
-Memiliki fasilitas tempat istirahat
-Kapasitas penyulingan 450–500 kg per tong
-Harga penyulingan per tong Rp 1 juta
-Pasokan kayu bakar melimpah
-Proses penyulingan maksimal hingga minyak benar-benar habis

Dengan infrastruktur yang memadai dan strategi bisnis yang matang, Jeremi optimis bisnisnya akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi para petani serta pelaku usaha minyak nilam di daerahnya.

Menjadi pengusaha muda bukanlah perjalanan yang mudah. Jeremi mengakui bahwa ada banyak tantangan, termasuk risiko kegagalan. Namun, bagi dirinya, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar.

“Setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. Yang terpenting adalah tetap berusaha dan tidak takut mencoba,” pungkasnya.

Jeremi juga berharap harga minyak nilam terus meningkat sehingga dapat memberikan kesejahteraan lebih bagi para petani dan pengusaha di sektor ini.

Kisah Jeremi Mongkaren menjadi bukti nyata bahwa anak muda bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan semangat dan kerja keras, ia kini bukan hanya mahasiswa hukum berprestasi, tetapi juga seorang pengusaha muda yang sukses membangun bisnisnya sendiri.

Kesuksesannya mengajarkan bahwa pendidikan dan wirausaha dapat berjalan beriringan, selama dikelola dengan baik. Bagi anak muda lainnya yang ingin terjun ke dunia bisnis, Jeremi memberikan pesan sederhana: “Berani mencoba, terus belajar, dan jangan takut gagal.”

Semangat dan dedikasinya menjadikannya contoh nyata bahwa masa depan cerah bisa diraih oleh siapa saja yang mau bekerja keras dan berani mengambil langkah nyata.(ster)