manadoterkini.com, BITUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bitung menggelar Rapat Paripurna tingkat I dalam rangka pembahasan terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah kota Bitung tahun anggaran 2018, Senin (06/11/2017) di ruang sidang DPRD kota Bitung.
Rapat paripurna tingkat I ini, dipimpin langsung oleh ketua DPRD Bitung Laurensius Supit didampingi Wakil ketua Jerry Lengkong dan Yulita Takalamingan.
Hadir dalam rapat paripurna tersebut Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban, SE MSI, Wakil walikota Bitung Ir Maurits Mantiri, Sekretaris Daerah Drs Audi Pangemanan, Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), Perangkat daerah pemkot Bitung dan undangan lainnya.
Walikota Bitung Max Lomban dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa, dana insentif daerah untuk Kota Bitung melonjak pada tahun 2018 nanti. “Dana insentif kita naik signifikan, dari hanya Rp 6 miliar menjadi Rp18 miliar,” katanya.
Kenaikan itu kata Lomban, diketahuinya melalui surat Menteri Keuangan. Dan kenaikan itu sangat fantastis mengingat dana insentif daerah untuk Kota Bitung sangat rendah selama beberapa tahun terhitung sejak moratorium perikanan diterapkan 2014 lalu. “Ini suatu suprise, karena angkanya begitu signifikan kenaikannya,” ujar Lomban.
Lomban juga mengatakan bahwa sejumlah daerah yang sebelumnya tinggi dana insentif daerahnya, entah bagaimana, turun pada tahun depan. “Saya tak bisa menjelaskan penyebabnya apa karena itu semua dari pemerintah pusat,” katanya.
Akibat kenaikan dana insentif daerah kata dia, membuat estimasi APBD 2018 harus disesuaikan kembali. Karena dana insentif tersebut akan digunakan untuk pembangunan Kota Bitung. “Khusus dana DAK tak bisa diutak atik lagi,” tukasnya. (refly/adv)