1.500 Relawan Padati Peringatan HUT ke 69 PMI di Lapangan Tikala
PEMBUKAAN tokoh barang bekas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado, “Indonesian Red Cross Manado Second Hand Shop” mungkin merupakan yang pertama di seluruh Indonesia. Demikian dikatakan Ketua PMI Manado, Prof Juleyta PA Lumentut-Runtuwene MS DEA, Senin (29/9) usai memimpin apel akbar dalam rangka HUT ke 69 PMI di Lapangan Sparta Tikala.
Tak pelak, selain dihadiri kurang lebih 1.500 relawan, apel akbar tersebut jgua dihadiri Wawali Manado Dr Harley AB Mangindaan, Sekda Manado, MHF Sendoh dan Ketua PMI Sulut, James Karinda SH MH.
Menurut Prof Paula, toko barang bekas PMI Kota Manado ini dibuka untuk mendanai pekerjaan PMI Kota Manado, sebagai bagian dari jaringan sukarela global yang menanggapi konflik, bencana alam dan keadaan darurat individu.
Barang bekas yang dijual di toko PMI saat ini masih berasal dari sumbangan pengurus PMI kota Manado sendiri, tetapi ketika diresmikan hari ini, Ketua PMI Kota Manado, Ibu Paula, mengajak semua pihak yang terbeban untuk dapat memberikan sumbangan barang tidak terpakai yang kondisinya masih baik. Semakin baik kualitas barang sumbangan, semakin banyak dana yang dapat dikumpulkan dari menjual barang tersebut. Selanjutnya dikatakan barang yang diterima dapat berupa pakaian, sepatu, asesoris, tas, dan peralatan rumah tangga. Sumbangan dapat diantar langsung ke toko amal PMI Kota Manado, Jln. Sam Ratulangi Nomor 120 Titiwungen Utara Manado, telp. 854460 (samping lorong masuk RS Pancaran Kasih). PMI kota Manado juga siap menjemput barang yang terlalu besar yang sulit diantar langsung penyumbang.
Dicontohkan Enci Paula, pada bencana banjir Januari lalu di Kota Manado, PMI Kota Manado menjadi tempat penyaluran bantuan perorangan maupun perusahaan, bahkan sumbangan dari masyarakat Indonesia di Jenewa (swiss) dan Inggris. Pendirian toko barang bekas ini merupakan upaya untuk bisa mandiri dengan membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Enci Paula panggilan akrab istri tercinta Walikota Dr GS Vicky Lumentut, membacakan sambutan Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla. Menurut Enci Paula, PMI sebagai satu-satunya Lembaga Kemanusiaan Nasional yang didirikan berdasarkan ketentuan Konvensi Jenewa 1949 pada tanggal 17 September 1945. Sebagai anggota Gerakan Palang Merah dan Bulat Sabit Merah Internasional, PMI bekerja berdasarkan prinsip-prinsip dasar gerakan yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.
Dari pantauan yang ada, toko ini berisi pakaian anak, remaja dan dewasa, seperangkat meja kursi, televisi dalam kondisi menyala, sepatu dan lain-lain. Selain barang bekas, juga tersedia bagian khusus barang baru yang harganya di bawah harga pasaran pada umumnya. Untuk itu, dengan datang berkunjung dan berbelanja di Toko Amal PMI ini. Maka itu berarti turut peduli menyumbang dan membantu, guna aksi Kemanusiaan tersebut.(advetorial/medco/ald)